Aku tahu
ketika rambutmu mulai memutih, kulit
yang halusmu mulai keriput, mata tajammu mulai layu, bahkan kadang sudah tak
bisa menatap jauh, gigi-gigimu sudah gugur satu persatu.
Aku tahu yang
kau butuhkan dariku bukan hanya uang ataupun harta, ketika usiamu sudah
dijemput senja kau hanya perlu banyak bicara dan aku harus mendengarkan semua
yang keluar dari mulutmu yang kadang artikulasinya pun tidak jelas.
Maafkan
aku yang kadang tidak mau mendengarkanmu ketika kau banyak bicara, aku lupa bu,
ketika aku kecil dulu engkau yang pertama mendengar celotehan-celotehan kecil
ku yang sama sekali tidak begitu jelas di telinga, tapi kau sabar mendengarkannya
bahkan ku lihat diwajah indahmu dihiasi senyum. Maafkan aku bu selalu marah
ketika engkau merajuk meminta makanan yang tidak boleh engkau makan, aku lupa
bu, dulu ketika aku minta sesuatu yang tidak boleh aku makan, ibu selalu
membujuk ku dengan manis bahkan mengganti dengan makanan yang lain yang lebih
baik.
Bu, mulai
sekarang aku akan selalu mendengarkanmu bicara apapun, melayanimu dengan sabar,
mengurusmu dengan ikhlas, tapi bu kini tinggal nisanmu saja yang selalu ku
tatap, tidak ada suaramu, tidak ada rajukanmu, bu andai waktu bisa ku ulang
ingin aku memperbaiki semuanya. Kini aku sadar aku kehilangan wanita superku,
pahlawanku yang tak pernah minta dibalas untuk semua jasa dan pengorbanannya.
Anakmu..
Bandung,
28 Juli 2017
_Lela
Lisnawati_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar