Sering aku
melihat mereka, dimanja dengan penuh kasih
Ketika aku
beranjak dewasa perasaan iri ini semakin menjadi
Kenapa?..
Mereka yang
selalu ceria ketika pagi menjemput
Mereka tahu karna hanya pagi yang selalu menawarkan cerita
indah dengan seseorang yang mereka sebut “AYAH”
Ayah yang setiap pagi mengantarkan mereka menuntut ilmu
Dan aku, aku hanya penonton setia mereka
Kalian tahu nafas ini susah aku keluarkan
Aku mencoba menahan pilu yang menyesak
Suatu ketika aku masih ingat
Langit tiba-tiba mendung
Air pun mulai berebut membasahi bumi
Saat itu kulihat ayah-ayah sibuk memberikan payung kepada
putrinya
“Ayah” bahkan sehelai daunpun tak pernah kau berikan untuk melindungi
putrimu ini dari hujan
Saat itu aku lebih memilih hujan dari pada ayah,
Aku tahu hujan selalu suguhkan pelangi indah
Meski ia membuat langit sedih
Namun nurani selalu berbisik
Ayahku tetap ayahku
Dia adalah pelantara aku hadir di dunia
Hanya saja keadaan kita berbeda dari mereka
Ayah bahkan aku lupa kapan terakhir kali kudengar kata
sayangmu untuk ku
Ayah aku tak tahu seberharga apa aku dihidupmu
Ayah bila suatu hari nanti kau lelah akan dunia
Ketuklah pintu putri mu
ini
Datanglah sebagai ayahku
Dan pintuku akan selalu terbuka untukmu
Aku tahu ini bukan salah ayah dan siapapun, ini hanya sepenggal
perjalan kisahku
Namun akupun ingin kisah ini berkasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar